Kamis, 06 November 2014

Identifikasi Perusahaan PT. MERCK Tbk



            Disini saya akan mengidentifikasi suatu perusahaan yang sudah lama berdiri dibidang farmasi dan kimia di dunia. Kita sebut saja nama perusahaan yaitu PT. Merck Tbk. Saya akan memulainya dari Profil Perusahaan, Sejarah Perusahaan, Apa yang diproduksi, dan Struktur Organisasi.

PT. Merck Tbk

A.    Profil Perusahaan
Merck adalah perusahaan terkemuka di sektor farmasi dan kimia dengan produk yang hi-tech dan berkualitas serta inovatif. Merck adalah perusahaan farmasi dan kimia tertua di dunia. Sejak 1668 nama perusahaan ini telah berdiri untuk inovasi, keberhasilan bisnis dan kewirausahaan yang bertanggung jawab. Sampai saat ini, keluarga pendiri tetap pemilik mayoritas perusahaan. Perusahaan ini adalah Merck yang asli, dan pemegang hak global untuk nama dan merek Merck. Satu-satunya pengecualian adalah Kanada dan Amerika Serikat, di mana kami dikenal sebagai EMD (Emmanuel Merck, Darmstadt).


B.     Sejarah Perusahaan
Didirikan pada tahun 1970, PT Merck Tbk menjadi perusahaan publik pada tahun 1981, dan merupakan salah satu perusahaan pertama yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia. Sebagian besar saham dimiliki oleh Grup Merck yang berkantor pusat di Jerman dan merupakan perusahaan farmasi dan kimia tertua di dunia. Berikut adalah sejarah singkat PT. Merck Tbk
1970
Pendirian Merck Indonesia
1972
Dimulainya Produksi Farmasi
1981
Penawaran Saham Kepada Publik
1984
Dimulainya Bisnis Kimia
1993
Divisi Farmasi Memulai Bisnis Obat Bebas
2006
Divisi Farmasi menjadi Merck Serono
2007

- Ekspor Produk Farmasi ke Filipina
- Sertifikasi ISO 14001 & OHSAS 18001
2008

- Peluncuran Nilai-Nilai Merck
- Pemisahan Bisnis Merck Serono dan Obat Bebas
2010
Peluncuran Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Klik Hati dan Youth Take Action
2011
Peluncuran Merck Millipore






C.    Produksi
PT. Merck ini dalam sektornya dibagi 2 yaitu Sektor bisnis farmasi dan Sektor bisnis kimia.
1.      Sektor bisnis farmasi memproduksi obat-obatan inovatif dengan resep dokter dan obat bebas.  Contoh produk obat PT. Merck Tbk adalah Merck Serono
(Obat dengan resep) bagian Kardiovaskular (contohnya Concor®), bagian Metabolisme (contohnya Glucophage®), bagian Syaraf (contohnya Neurobion 5000®), Kesehatan Wanita (contohnya Hemobion®), Onkologi (Erbitux®).
Produk utama Layanan Kesehatan Konsumen (produk pengobatan pribadi) Sangobion®, Neurobion, Becombion®, Bion 3®, Seven Seas Orange Syrup® dan masih banyak lagi
2.      Sektor bisnis kimia menawarkan produk khusus untuk elektronik, percetakan, pelapis, kosmetik, makanan, industri farmasi serta biotek.  Produknya adalah Kimia Efek zat warna untuk percetakan, plastik, lapisan dan industri kosmetik; Perangkat uji untuk analisa air dan air buangan; Pengawasan mikrobiologi dan kehigienisan; Kromatografi; Bioscience; Bahan mentah untuk farmasi dan produksi makanan; Bahan reaksi untuk laboratorium.
Jadi, tidak hanya obat, tetapi produk dari PT. Merck Tbk adalah alat yang biasa digunakan dibanyak Rumah Sakit untuk menolong pasien yang membutuhkan alat spesial.

D.    Struktur Organisasi


Gambar diatas adalah Struktur Organisasi PT. MERCK Tbk



Struktur Unit Bisnis


1.      Proses Organisasi
Merck Consumer Health - Jangkauan untuk kehidupan yang lebih baik!
Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di seluruh dunia dengan solusi perawatan kesehatan inovatif kami. Merek terkemuka global kami meliputi Sangobion, Neurobion, Seven Seas, Iliadin, Becombion adn Evion. Semua tersedia tanpa resep.

2.      Material Science Solusi
Bahan Kinerja - Pengalaman Inovasi
Kinerja Bahan divisi Merck menawarkan bahan yang sangat inovatif, teknologi canggih, dan bahan kimia berteknologi tinggi untuk klien di elektronik, pencahayaan, percetakan, plastik, dan industri kosmetik konsumen. Produk pemimpin pasar kami meliputi kristal cair untuk display LCD, teknologi pencahayaan yang baru, dan pigmen fungsional dan efek.

3.      Terapi Area
Merck Serono - Transformasi kehidupan melalui ilmu kedokteran
Merck Serono adalah divisi terbesar dari Merck. Ini pasar obat resep inovatif kimia dan bioteknologi asal. Merck Serono berfokus pada bidang terapi yang sangat khusus seperti penyakit neurodegenerative, Onkologi, Fertilitas, Endokrinologi dan Rheumatology.

4.      Life Science Solusi
Merck Millipore - Memajukan Ilmu Kehidupan Bersama
Kami Merck Millipore Divisi menawarkan solusi yang memungkinkan para ilmuwan untuk melakukan penelitian ilmu kehidupan dengan mudah, efisien dan ekonomis. Dengan jangkauan lebih dari 40.000 produk, Merck Millipore adalah salah satu pemasok atas tiga alat untuk industri ilmu kehidupan. Divisi ini terdiri dari tiga unit bisnis: Bioscience, Lab Solutions dan Process Solutions.


E.     Daftar Pustaka

tugas bisnis pos 2 Mengolah Sampah Menjadi Uang



Mengolah Sampah Jadi Uang

                Bisnis bisa datang darimana saja jika kita pintar mengambil peluang. Bahkan bisnis bisa saja datang dari Tempat Pembuangan Umum yang biasa menampung sampah dalam jumlah besar. Disini saya akan memberikan sebuah panduan dalam mengeruk keuntungan dari bisnis pengolahan sampah.
1.       Sampah dan Pengolahannya
Tempat pembuangan sampah yang semakin terbatas, tak jarang membuat masyarakat bingung harus membuang sampah kemana lagi. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa sampah bahan organik dan nonorganik tidak dapat digunakan kembali. Padahal jika kita cermati dan dapat mengambil peluang yang ada, sampah justru dapat menghasilkan banyak uang bagi kita. Kita dapat memakai istilah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) untuk menghasikan uang/profit. Yang kita lakukan hanya memilih jenis sampah yang bisa dikumpulkan, dijual, dan diolah kembali. Tetapi secara umum pengolahan sampah diperkotaan dilakukan melalui tiga tahap kegiatan, yaitu: pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan akhir/pengolahan. Pada tahap akhir/pengolahan, sampah akan mengalami pemrosesan, baik secara fisik, kimiawi, maupun biologis.

Ada 2 proses pembuangan akhir, yaitu open dumping (penimbunan secara terbuka) dan sanitary landfill (pembuangan secara sehat). Pada sistem open dumping, sampah ditimbun secara bergantian dengan tanah sebagai lapisan penutupnya. Sedangkan pada sistem sanitary landfill  sama seperti open dumping tetapi lapisan bawahnya diberi plastik atau penyanggah agar tidak mencemari tanah dan ditutup oleh plastik dan barulah ditimbun oleh tanah. Berbeda halnya dengan diluar negeri/negara yang sudah maju mereka menggunakan Teknologi pembakaran (incinerator). Dengan menggunakan teknologi tersebut dapat mengurangi volume sampah dari sumbernya hingga 75-80% tanpa proses pemilahan dan banyak lagi kelebihannya.

Alternatif pengolahan sampah harus bisa menangani semua masalah pembuangan sampah. Mendaur ulang semua sampah dan mengembalikannya ke perekonomian masyarakat atau ke alam adalah salah satu alternatif yang sangat menjanjikan, baik bagi terciptanya lingkungan yang bebas sampah maupun bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Daur ulang juga akan mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam. Daripada terus berkutat dengan jumlah sampah yang terus meningkat, menimimalisasi sampah tampaknya bisa dijadikan prioritas utama.

Berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah dengan istilah 3R yaitu:
1.       Reduce (mengurangi): sebisanya mungkin meminimalisasikan barang atau material yang kita pergunakan. Misalnya, kita selalu menggunakan kantong plastik setiap kali kita belanja, untuk mengatasi hal tersebut kantong plastik belanjaan digantikan dengan bahan yang ramah lingkungan, seperti kantong anyaman dari daun pandan/tas bahan.
2.       Reuse (menggunakan kembali): sebisa mungkin memilih barang-barang yang dapat dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang).
3.       Recycle (mendaur ulang): sebisa mungkin, barang yang sudah tidak berguna didaur ulang kembali. Contohnya sampah plastik menjadi suvernir, sampah kertas menjadi keramik dan mainan miniatur.
Dari ketiga prinsip diatas saya akan membahas prinsip daur ulang (recycle) yang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan sebuah usaha yang menjanjikan yang akan memberikan banyak keuntungan. Namun, sebelumnya kita harus tahu terlebih dahulu apa saja bahan material yang dapat didaur ulang. Dari jenis sampah organik, kita bisa mendaur ulang:
·         Sampah rumah tangga (sampah sisa kegiatan rumah tangga) contohnya: sayuran dan buah-buahan, makanan busuk.
·         Sampah halaman, misalnya daun-daun kering yang jatuh dari pohonnya.

Sedangkan sampah anorganik:
·         Botol bekas kecap, saus, dan sebagainya, terutama gelas atau kaca yang tebal.
·         Kertas, terutama kertas bekas, koran, majalah, kardus, kecuali kertas yang berlapis (minyak atau plastik).
·         Logam bekas wadah minuman ringan, besi, rangka beton.
·         Plastik bekas wadah shampoo, pasta gigi, deterjen, dsb.

2.       Usaha Daur Ulang Kertas
Banyak sekali cara memanfaatkan sampah menjadi uang, saya akan mengambil salah satu contoh memanfaatkan sampah kertas dengan cara mendaur ulang kertas. Tidak banyak orang yang bertindak ketika tumpukan kertas semakin banyak dan memenuhi gudang sebelum akhirnya dibuang ke tempat sampah. Tapi, ditangan orang kreatif, kertas tersebut dapat dimanfaatkan kembali dengan cara mendaur ulang kertas tersebut. Kertas tersebut dapat dijadikan amplop, kertas daur ulang lebih ringan dibandingkan kertas biasa, dan sebagainya. jika kita mengambil usaha mendaur ulang kertas, usaha ini memiliki biaya produksi yang rendah karena bahan bakunya adalah sampah. bahan baku ini tidak harus membeli, cukup mengumpulkannya disetiap rumah.
a.       Pengolahan Kertas Daur Ulang
(a)    Alat-alat yang harus dipersiapkan dan digunakan dalam pembuatan kertas daur ulang:
(i)     Blender, berfungsi untuk menghancurkan kertas menjadi bubur kertas.
(ii)   Bingkai cetakan/screen dengan kerapatan 36 atau 38; terdiri dari 2 bingkai dengan ukuran yang sama. salah satu bingkai dilapisi dengan kain kasa.
(iii) Ember kotak, berfungsi untuk pencampuran bubur kertas dengan air, sekaligus wadah pencetakan.
(iv)  Alas cetak/tripleks.
(v)    Spons penghisap
(vi)  Gelas penakar
(vii)                        Alat press
(viii) Kompor dan Panci
(ix)  Alu dan lumpang, untuk menumbuk berbagai serat agar lebih halus
(x)    Sendok kayu
(xi)  Pisau dan gunting
(xii)   Saringan teh besar
(xiii) Kain lap

(b)   Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kertas daur ulang:
(i)     Kertas bekas, dipilih sesuai jenisnya (kertas koran, karton, HVS)
(ii)    Pewarna alam terdiri dari: Kunyit (kuning), kulit bawang (cokelat), pandan suji(hijau pekat), pandan wangi(hijau muda), biji kesumba(orange), serutan kayu nangka (kuning), sirih (merah kecoklatan), daun pisang kering (coklat keabu-abuan), rumput putri malu (lembayung)
(iii)   Serat pengisi adalah bahan2 yang dapat ditambahkan ke dalam campuran bubur kertas sehingga kertas lebih bertekstur. Dapat berupa bunga-bungaan, serat pandan wangi dan serat batang pisang.

b.      Pembuatan kertas
(a)    Kertas disobek-sobek kecil-kecil direndam minimal 12 jam agar serat-seratnya lunak. Bisa juga di rebus untuk mempercepat proses penyerapan.
(b)   Lalu kertas dihancurkan dengan blender
(c)    Selanjutnya, dapat dilakukan proses pencucian untuk mengurangi kadar asamnya dengan cara menyaring bubur kertas pada kain yang agak lebar dan meletakannya di atas ember berisi air. Dengan begitu kita dapat memisahkan potongan-potongan kertas yang mungkin belum hancur.
(d)   Lalu bubur kertas dicampurkan dengan bahan pewarna alam yang sebelumnya sudah disiapkan. Selanjutnya dapat dilakukan perebusan untuk mendapatkan pencampuran warna yang lebih jelas/terang.
(e)   Lalu bubur kertas dicampurkan serat dari pelepah pisang yang ditumbuk  dan direbus selama 1 jam untuk melunakan seratnya  dan ditumbuk kembali hingga halus, lalu dicampurkan sedikit demi sedikit ke dalam bubur kertas sambil terus diaduk hingga rata.
(f)     Lalu masukkan bubur kertas yang sudah dicampur dengan serat ke dalam ember kotak. Perbandingan antara jumlah air dan bubur kertas 4:1 (4 bagian air dan 1 bagian bubur kertas)
(g)    Masukkan bingkai cetakan dengan posisi bingkai yang memakai kain kassa berada dibawah dan bingkai kosong dibagian atas sisi kain kassa. Atur posisi bingkai cetak agar datar dan sejajar dengan permukaan air. Kemudian angkat bingkai tersebut dengan hati-hati dalam posisi datar. Bubur kertas akan tercetak di permukaan bingkai dengan bentuk seperti  selembar kertas basah
(h)   Angkat bingkai penutup dengan cepat, jangan sampai airnya memerciki lembaran kertas yang masih basah. Kemudian, tiriskan dalam posisi miring sekitar 30 derajat hingga airnya tinggal sedikit.
(i)      Lalu dipindahkan ke alas cetak dan dikeringkan.
(j)     Masa penjemuran dapat juga diselingi dengan pengepressan sewaktu kertas belum kering. Caranya dengan melapisi setiap lembar kertas dengan kain dan tumpuk sampai beberapa lapis. Kemudian, letakkan di antara papan press, lakukan selama kira-kira 10 menit. Jika sudah kering, kertas dipress selama 1 jam.
(k)    Lalu jadilah kertas daur ulang.

c.       Pengelolaan Usaha Kertas Daur Ulang
(a)    Modal
          Modal yang harus dikeluarkan untuk usaha kertas daur ulang sangat tergantung pada besar-kecilnya skala usaha.Untuk usaha kertas daur ulang rumahan tanpa menyewa tempat, modalnya sebesar Rp1.500.000 sampai Rp2.000.000 sudah cukup untuk proses produksi. Namun, jika kita berniat untuk membesarkan usaha tersebut dan menyewa tempat untuk proses pembuatannya, maka modalnya akan bertambar antara Rp10.000.000 sampai Rp20.000.000. Pengeluaran paling besar dialokasikan untuk pembelian bahan baku dan mesin. Untuk mesin penghancur kertas dengan ukuran besar, kita harus mengeluarkan dana sampai kisaran Rp15.000.000

(b)   Pembiayaan
Keterangan
Nilai (Rp)

Biaya Tetap

Sewa tempat usaha Rp5.000.000 : 12 =
420.000
Depresiasi peralatan Rp575.000 : 12 =
48.000

Biaya variabel

Biaya listrik
300.000
Biaya telepon
200.000
Upah pekerja (6 orang x Rp650.000)
3.900.000
Biaya angkut
500.000

Biaya pembelian bahan baku (sampah kertas)
500.000
Total Biaya
5.868.000
Dengan omset ±Rp25.000.000 per bulan, kita akan mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp19.132.000 jika modalnya Rp20.000.000, maka dalam waktu dua bulan kita sudah bisa balik modal.
(c)    Penyaluran/Distribusi
Kita dapat menjualnya di supermarket atau kita membuat workshop sendiri, menitipkan produk kita ke toko-toko dengan sistem pembayaran bagi hasil 70% dan 30%.
Sebenarnya masalah sampah tidak akan serumit ini jika semua orang mengerti cara mengatasinya dan mengurangi pembuangan yang berlebihan dengan menggunakan barang yang tahan lama dan bisa mengambil peluang dari sampah bagi orang-orang memiliki tangan yang kreatif.
Sumber: Buku Cara Mengolah Sampah Menjadi Uang karya Gugun Gunawan